Pages

Subscribe:
Showing posts with label Fashion. Show all posts
Showing posts with label Fashion. Show all posts

Saturday, July 20, 2013

Tema Design yang dituangkan Oleh Designer Pada Peragaan Busana Fashion Show

Tema sangat diperlukan oleh para designer sebelum mewujudkan hasil rancangannya menjadi sebuah busana, agar hasil rancangan tidak lari dan tetap Focus pada shape dari Tema yang telah ditentukan.
 berikut contoh dari Tema dan hasil jadi rancangan berdasarkan Tema yang ditentukan:

1. Be My Valentine
Valentine disebut juga hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari, yaitu sebuah hari dimana para kekasih yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya. shape of Flower merupakan inspirasai designer dalam pembuatan 4 Jenis busana, mengunakan style Girly Romantic, dan memakai warna gradiasi Pink




2. Hypnoteria The Joker Hobnar



3. Maximize Blue Optic


Thursday, May 9, 2013

Sisa Kain Perca diolah menjadi Busana Adat Pada Boneka Barbie


Bahan  Perca merupakan Sobekan / Potongan kecil dari sisa hasil jaitan. 
kali ini kita membuat hasil kreasi dari bahan perca untuk membuat pakaian adat yang dilekatkan pada Boneka Barbie.

Bahan yang dibutuhkan:
  • Sisa kain Perca
  • Boneka Barbie
  • Gunting. Kertas dan kapur untuk membuat Pola pakaian Barbie
  • Model busana yang akan dibuat
  • kaca untuk pembingkaian Boneka agar terlihat lebih menarik
Selamat mencoba  :)























Thursday, May 17, 2012

Fashion Beauty 2012 - Be My Valentine

    Harian Sumut Pos. Tiap warna akan memberikan dampak pada pemakainya. Seperti putih, akan memberikan dampak bersih dan suci. Sedangkan untuk warna pink (merah jambu), akan memberikan kesan manis dan menarik bagi pemakainya.

   Selain memberikan kesan manja, dan tentu saja jatuh cinta. Itulah yang ditampilkan para desainer muda yang merupakan mahasiswi dari Unimed stambuk 08 jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga jurusan Busana dan Kesekretariatan dalam acara bertajuk Fashion Beauty 2012 yang diselenggarakan di Kampus Unimed Selasa (15/5) kemarin.
Tampilan design Busana hasil rancangan Dony nova linda yang muncul pada surat kabar Sumut Pos

    Doni Nova Linda, sang desainer mengangkat tema Be My Valentine. Walaupun sudah lewat (14 Februari), tetapi untuk mengungkapkan kasih sayang tidak harus dilakukan pada hari tersebut bukan?. “Menunjukkan rasa kasih sayang bisa kapan saja,”ujar Doni Nova.
Doni Nova Linda

    Dalam pagelaran busana ini, Doni Linda mengambil inspirasi dari Shape of Flower. “Ada 4 busana yang dibuat dengan mengangkat tema tersebut, dan terinspirasi dari bunga, karena bunga sangat identik dengan wanita,” tambahnya.

     Empat jenis busana tersebut, mulai dari Cocktail, Casual, Office, dan Art to Ware yang semuanya dibuat dengan nuansa pink. Sesuai dengan konsep, style yang digunakan adalah girly dan romantic menggunakan radiasi dari berbagai warna pink yang dikombinasikan dengan warna ungu yang semakin memberi kesan romantic.

    Seperti busana yang digunakan untuk cocktail, busana dengan panjang hingga mata kaki ini, sangat manis. Dengan tali satu dan hiasan pada bagian depan busana memberikan kesan seksi dan mewah dari gaun tersebut. “Tali setangkai pada bagian leher akan memberikan kesan seksi bagi wanita, karena menunjukkan pundak atau bahu si wanita,” tambahnya.

     Sedangkan untuk baju office (kantor), kesan formal sangat terlihat dari bagian tengah baju (pinggang), dan lipitan baju yang menarik.”Kesan formal juga dapat dilihat dari bentuk bawahan yang berupa rok lurus,” tambah Doni Linda.

Sumber : http://www.hariansumutpos.com/2012/05/33832/girly-and-romantic.htm

Wednesday, May 16, 2012

Pagelaran Busana Fashion Year 2012




A.Tema 
Be My Valentine

   Valentine disebut juga hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 februari, yaitu sebuah hari dimana para kekasih yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya. Pada abad ke 19 hari valentine diasosiasikan oleh para pecinta untuk saling tukar menukar notisi dalam bentuk kartu valentine yang berisikan ungkapan hati. Pada abad ke 20 tradisi tukar menukar kartu meluas, termasuk pula pemberian segala macam hadiah yang dilakukan oleh pria kepada kekasihnya. Hadiah tersebut berupa bunga mawar dan coklat. dikalangan para pemuda hari valentine di identikkan dengan bunga mawar dan berbagai nuansa yang berwarna pink.
                Shape of flower menjadi inspirasi perancang dalam pembuatan creative pabric yang dituangkan dalam rancangan pembuatan 4 jenis busana yaitu cocktail dress, casual, office, dan art to ware. Sesuai dengan konsep, style yang digunakan adalah girly dan romantic menggunakan gradiasi dari berbagai warna pink yang dikombinasikan dengan warna ungu yang semakin memberi kesan romantic bak valentine. Pagelaran diadakan di auditorium unimed, Medan pada tanggal 15 mei 2012 pukul 09.00 hingga selesai.

B. Desain Sketsa 
Casual Dress



Office Dress





Cocktail Dress




Houte Couture 







C. Penampilan Model di Panggung (Hasil Jadi Busana)
 
Casual Dress



Office Dress
Cocktail Dress

Houte Couture


Tampilan hasil rancangan Dony Nova Linda yang muncul pada surat kabar Sumut Pos


D. Pemberian Sertifikat dan Tropy Kepada Para Designer



Sunday, March 25, 2012

Mengenal Macam Macam Alat Tenun





1. Mengenal   Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)
Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) merupakan alat untuk melakukan penenunan penenunan yang digerakkan oleh manusia. ATBM dapat dipergunakan sambil duduk di lantai maupun di atas bangku  (biasa pada industri tekstil kecil dan tradisional). 
ATBM yang digunakan dengan duduk dilantai (kiri); ATBM yang digunakan dengan duduk di bangku (kanan)
Pada tahun 1970 pemerintah memberi bantuan berupa Alat Tenun Mesin  (ATM) yang tidak membutuhkan penenun akibatnya harga kain lebih murah. Para penenun dan pengusaha tenun ATBM pun kolaps karena tidak bisa menyaingi harga kain ATM. Oleh karena daya saing yang tinggi dengan kain ATM serta sedikitnya penghasil dan pengelola kain tenun ATBM di Deli Serdang khususnya, maka menjadi peluang untuk membuka usaha tersebut dan juga merupakan usaha untuk melestarikan kebudayaan yang sudah mulai dilupakan masyarakat Deli Sedang. 

2.     Bagian-bagian Alat Tenun
Ada pun  bagian-bagian  dari Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yaitu :
a.      Boom
Merupakan gulungan benang yang digunakan sebagai bahan baku untuk kain yang melintang (panjang kain/benang lungsi).
b.       Karap
                 Merupakan alat untuk mengatur benang, Terdiri atas 2 bagian, yaitu karap depan dan            karap  belakang.
c. Sisir
Sisir  merupakan alat untuk  menyisir dan memadatkan benang pakan supaya benang pakan menjadi rapat sehingga hasil tenunan juga rapat. Sisir digunakan berdasarkan ketebalan benang, semakin halus benang yang digunakan, maka nomor sisir yang digunakan juga semakin tinggi, Nomor sisir yang umum digunakan adalah sisir nomor 60,70 ataupun 80 inchi.

 

d. Injak-injak
Penggunaan ijnak-injak disesuaikan dengan letak teropong. Apabila teropong berada di sebelah kanan, maka injak-injak yang diinjak juga injak-injak yang sebelah kanan; begitu juga sebaliknya.

 
3.     Alat bantu Tenun
1.    Teropong/torak dan Palet/anak torak
Teropong/torak merupakan tempat untuk meletakkan palet. Palet/anak torak adalah gulungan benang yang digunakan sebagai bahan baku untuk benang yang membujur pada kain (lebar kain/benang pakan). Benang yang diisikan pada palet disesuaikan dengan benang yang digunakan pada boom. Misalnya benang yang digunakan pada boom adalah benang sutera, maka sebaiknya benang yang digunakan pada palet adalah benang katun. Apabila benang yang digunakan pada palet juga benang sutera, disamping akan menyulitkan penenun saat proses pengerjaan, kain yang dihasilkan juga terlalu licin dan berkilau. 
2.   Cuban
Cuban adalah alat bantu untuk menggulung benang yang digunakan untuk , alat bantu yang digunakan untuk membuat motif panjang pada kain tenun.
 

Monday, March 12, 2012

Membuat Hiasan Pada Gaun Dengan Menggunakan Detail Ricycle Bubble Corsage

           RICYCLE BUBBLE CORSAGE  merupakan sebuah teknik hiasan yang terbuat dari kain yang dibuat berdasarkan kreativitas dibentuk menyerupai gelembung dan korsase, dapat -          Modelnya gaun one piece dengan pilihan warna gaun kuning terang (light yellow), terdiri dari bagian atas berupa garis dada strapless, bagian bawah gaun berupa variasi ballerina skirt dengan pleats hadap pada bagian muka dan belakang rok degan ukuran panjang rok diatas lutut.
  •   Tambahan detail pleats zig zag pada bagian pinggang berbahan tile dengan pilihan warna senada dengan kain utama
  •   Bagian bawah gaun terdapat dua tingkat ruffles yang panjangnya melebihi batas rok luar.
  •  Hiasan dalam bentuk tumpukan korsase dengan aneka macam model korsase seperti bubble corsase, dan leaf corsase yang menyampir pada bagian bahu kanan yang juga berfungsi sebagai tali yang panjangnya hingga bagian pinggang depan gaun . Pilihan warna untuk aneka hiasan korsase ini dipilih beraneka ragam warna mulai dari warna yang cerah, warna segar hingga warna-warna lembut. Pemilihan warna korsase tersebut berdasarkan usia si pemakai yaitu usia remaja dimana masa remaja merupakan masa yang penuh warna-warna cerah yang merupakan warna-warna keceriaan dan kebahagiaan. Sedangkan pemilihan jenis bahan untuk korsase adalah kain satin untuk bubble corsase dan kain tille untuk leaf corsase.
-         Memiliki bukaan berupa zipper jepang pada bagian tengah belakang gaun.
-         Gaun  pas untuk dikenakan tetapi tidak terlalu melekat ketubuh.
-         Tekstur bahan kaku dan berwarna cerah, yang terdiri dari bahan taffeta, dan tile, serta interlaning sebagai bahan pelapis gaun bagian dalam.
-         Warna gaun monoton kuning agar terlihat kontras dengan warna-warna korsase yang bermacam ragam sehingga memberikan efek keceriaan, dan girly.

1.      Perencanaan
a.  Uraian produk yang akan dikerjakan
     Gaun pesta malam yang akan diproduksi tentunya memperhatikan unsur-unsur dan prinsip desain yang secara visual langsung diterapkan pada proses desain, diantaranya sebagai berikut :
Desain fungsional
Desain struktural
Desain dekoratif
Memberi kesan ceria dan girly
Garis dada straples dengan aplikasi tumpukan Bubble Corsage.

Nilai estetika tampak pada penerapan korsase pada bagian bahu kanan hingga bagian pinggang depan gaun
Menutupi bagian panggul yang terkesan kecil
Variasi ballerina skirt dengan pleats hadap pada bagian muka dan belakang rok
Bagian bawah gaun terdapat dua tingkat ruffles yang panjangnya melebihi batas rok luar
Memberi kesan slim dan memberi sikap tubuh yang lebih baik sehingga efek yang dipakai terlihat lebih baik juga
Penggunaan ballein
Detail pleats zig zag pada bagian pinggang berbahan tile
Sebagai tali yang menyampir pada bahu
Penggunaan lining dan interlining
Posisi letak aplikasi hiasan Bubble dan Leaf Corsage
Sebagai bukaan pada tengah belakang gaun
Penggunaan zipper jepang
Kupnat dengan ballein meliputi garis dada sampai pinggang.
Sebagai hiasan yang terkesan unik
Penggunaan Bubble dan Leaf Corsage
Pemilihan warna-warna cerah pada aneka hiasan korsase dan sebagai pemanfaatan kain perca
b.    Tahapan produksi
Tahapan kerja yang akan dilakukan untuk pembuatan produk, diantaranya :
-         mendisain produk (identifikasi, pengembangan kriteria, dst)
-         mengambil ukuran
-         merancang harga dan bahan
-         membuat dan merubah pola sesuai model 
-         membeli bahan/kain dan pelengkapnya
-         menggunting dan memberi tanda pola
 -   menjahit tiap-tiap bagian busana
-   fitting, yaitu
-        menentukan keleluasaan dalam bergerak saat busana dikenakan
-        letak detail yang digunakan
-        teknik jahitan yang lebih tepat, cepat dan rapi   
-finishing
Desain Sajian
a.         Proses pengambilan ukuran
b.         Merancang harga dan bahan
c.         Membuat pola dan merubahnya sesuai model
d.        Membeli bahan dan pelengkapnya
e.         Menggunting bahan dan memberi tanda-tanda pola pada bahan
f.          Menjahit tiap-tiap bagian gaun 
g.      Fitting (pengepasan)
Sebelum hiasan menempel pada gaun, dilakukan fitting terlebih dahulu, agar jika terdapat ketidaknyamanan pada si pemakai ataupun kesalahan pada jahitan dapat mudah diperbaiki.
gaun sebelum ditempel korsase

a.       Membuat dan menempel hiasan dekoratif pada gaun, antara lain :
1.    Membuat hiasan aneka korsase.
Dalam pembuatan korsase langkah-langkah dan urutan kerja yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
a.    Pemilihan bahan dan alat
Bahan yang digunakan untuk pembuatan bubble korsase, yaitu: 
-    Kain satin aneka warna
-    Dakron 

 
b.Sedangkan bahan yang digunakan untuk pembuatan leaf  korsase antara lain kain tille aneka warna.















 c. Alat-alat yang digunakan yaitu:
             -     Gunting kain
             -     Benang
             -     Jarum














d.   Proses Pembuatan Bubble Korsase
-            Gunting kain satin dalam bentuk bulat dengan berbagai ukuran.
 
  
e.     Beri tusuk jelujur membentuk lingkaran yang berjarak dari pinggiran antara 1,5 – 2 cm dan keluarkan sisa benang pada jarum pada bagian baik kain.


                          f.  Tarik benang jelujur hingga kain berkerut dan mencekung pada bagian tengah      kain.
g.    Isi bagian yang mencekung dengan dakron secukupnya hingga memadati cekungan kain.
h.   Kemudian tarik benang yang tersisa pada bagian baik kain sampai benang tertarik dengan rapat.
 
i.    Lalu lilitkan benang yang tersisa hingga beberapa kali lilitan dan kemudian matikan lilitan dengan menusukkan jarum pada tengah-tengah lilitan tersebut.
 
j.  Bubble korsase telah selesai.
2.       Proses pembuatan leaf  korsase
Pembuatan leaf  korsase ada 2 (dua) jenis, yaitu leaf  korsase panjang dan leaf  korsase bentuk hati. Terbentuknya 2 jenis leaf  korsase ini awalnya dari bentuk sisa kain perca itu sendiri yang kemudian terinspirasi mahasiswa hingga membentuk 2 jenis leaf korsase tersebut.
1.      Leaf  korsase panjang
-       Bentuk awal leaf  korsase panjang 

-            Lipat menjadi 2 bentuk awal leaf  korsase tersebut, lalu kerut dan jahit bagian bawahnya.
 
2.    Leaf  korsase bentuk hati
-         Bentuk awal leaf  korsase bentuk hati berupa lipatan segitiga.
-            Kerut dan jahit bagian bawah hingga terbentukalah leaf korsase bentuk hati.
4.       Proses penempelan korsase yang diawali dengan penempelan leaf corsage terlebih dahulu
5.  Finishing (Pembersihan sisa-sisa benang jahitan).
   
Hasil berupa gaun pesta remaja dengan menerapkan detail Ricycle Bubble Corsage
gaun yang telah dihiasi