Pages

Subscribe:

Monday, March 12, 2012

Membuat Hiasan Pada Gaun Dengan Menggunakan Detail Ricycle Bubble Corsage

           RICYCLE BUBBLE CORSAGE  merupakan sebuah teknik hiasan yang terbuat dari kain yang dibuat berdasarkan kreativitas dibentuk menyerupai gelembung dan korsase, dapat -          Modelnya gaun one piece dengan pilihan warna gaun kuning terang (light yellow), terdiri dari bagian atas berupa garis dada strapless, bagian bawah gaun berupa variasi ballerina skirt dengan pleats hadap pada bagian muka dan belakang rok degan ukuran panjang rok diatas lutut.
  •   Tambahan detail pleats zig zag pada bagian pinggang berbahan tile dengan pilihan warna senada dengan kain utama
  •   Bagian bawah gaun terdapat dua tingkat ruffles yang panjangnya melebihi batas rok luar.
  •  Hiasan dalam bentuk tumpukan korsase dengan aneka macam model korsase seperti bubble corsase, dan leaf corsase yang menyampir pada bagian bahu kanan yang juga berfungsi sebagai tali yang panjangnya hingga bagian pinggang depan gaun . Pilihan warna untuk aneka hiasan korsase ini dipilih beraneka ragam warna mulai dari warna yang cerah, warna segar hingga warna-warna lembut. Pemilihan warna korsase tersebut berdasarkan usia si pemakai yaitu usia remaja dimana masa remaja merupakan masa yang penuh warna-warna cerah yang merupakan warna-warna keceriaan dan kebahagiaan. Sedangkan pemilihan jenis bahan untuk korsase adalah kain satin untuk bubble corsase dan kain tille untuk leaf corsase.
-         Memiliki bukaan berupa zipper jepang pada bagian tengah belakang gaun.
-         Gaun  pas untuk dikenakan tetapi tidak terlalu melekat ketubuh.
-         Tekstur bahan kaku dan berwarna cerah, yang terdiri dari bahan taffeta, dan tile, serta interlaning sebagai bahan pelapis gaun bagian dalam.
-         Warna gaun monoton kuning agar terlihat kontras dengan warna-warna korsase yang bermacam ragam sehingga memberikan efek keceriaan, dan girly.

1.      Perencanaan
a.  Uraian produk yang akan dikerjakan
     Gaun pesta malam yang akan diproduksi tentunya memperhatikan unsur-unsur dan prinsip desain yang secara visual langsung diterapkan pada proses desain, diantaranya sebagai berikut :
Desain fungsional
Desain struktural
Desain dekoratif
Memberi kesan ceria dan girly
Garis dada straples dengan aplikasi tumpukan Bubble Corsage.

Nilai estetika tampak pada penerapan korsase pada bagian bahu kanan hingga bagian pinggang depan gaun
Menutupi bagian panggul yang terkesan kecil
Variasi ballerina skirt dengan pleats hadap pada bagian muka dan belakang rok
Bagian bawah gaun terdapat dua tingkat ruffles yang panjangnya melebihi batas rok luar
Memberi kesan slim dan memberi sikap tubuh yang lebih baik sehingga efek yang dipakai terlihat lebih baik juga
Penggunaan ballein
Detail pleats zig zag pada bagian pinggang berbahan tile
Sebagai tali yang menyampir pada bahu
Penggunaan lining dan interlining
Posisi letak aplikasi hiasan Bubble dan Leaf Corsage
Sebagai bukaan pada tengah belakang gaun
Penggunaan zipper jepang
Kupnat dengan ballein meliputi garis dada sampai pinggang.
Sebagai hiasan yang terkesan unik
Penggunaan Bubble dan Leaf Corsage
Pemilihan warna-warna cerah pada aneka hiasan korsase dan sebagai pemanfaatan kain perca
b.    Tahapan produksi
Tahapan kerja yang akan dilakukan untuk pembuatan produk, diantaranya :
-         mendisain produk (identifikasi, pengembangan kriteria, dst)
-         mengambil ukuran
-         merancang harga dan bahan
-         membuat dan merubah pola sesuai model 
-         membeli bahan/kain dan pelengkapnya
-         menggunting dan memberi tanda pola
 -   menjahit tiap-tiap bagian busana
-   fitting, yaitu
-        menentukan keleluasaan dalam bergerak saat busana dikenakan
-        letak detail yang digunakan
-        teknik jahitan yang lebih tepat, cepat dan rapi   
-finishing
Desain Sajian
a.         Proses pengambilan ukuran
b.         Merancang harga dan bahan
c.         Membuat pola dan merubahnya sesuai model
d.        Membeli bahan dan pelengkapnya
e.         Menggunting bahan dan memberi tanda-tanda pola pada bahan
f.          Menjahit tiap-tiap bagian gaun 
g.      Fitting (pengepasan)
Sebelum hiasan menempel pada gaun, dilakukan fitting terlebih dahulu, agar jika terdapat ketidaknyamanan pada si pemakai ataupun kesalahan pada jahitan dapat mudah diperbaiki.
gaun sebelum ditempel korsase

a.       Membuat dan menempel hiasan dekoratif pada gaun, antara lain :
1.    Membuat hiasan aneka korsase.
Dalam pembuatan korsase langkah-langkah dan urutan kerja yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
a.    Pemilihan bahan dan alat
Bahan yang digunakan untuk pembuatan bubble korsase, yaitu: 
-    Kain satin aneka warna
-    Dakron 

 
b.Sedangkan bahan yang digunakan untuk pembuatan leaf  korsase antara lain kain tille aneka warna.















 c. Alat-alat yang digunakan yaitu:
             -     Gunting kain
             -     Benang
             -     Jarum














d.   Proses Pembuatan Bubble Korsase
-            Gunting kain satin dalam bentuk bulat dengan berbagai ukuran.
 
  
e.     Beri tusuk jelujur membentuk lingkaran yang berjarak dari pinggiran antara 1,5 – 2 cm dan keluarkan sisa benang pada jarum pada bagian baik kain.


                          f.  Tarik benang jelujur hingga kain berkerut dan mencekung pada bagian tengah      kain.
g.    Isi bagian yang mencekung dengan dakron secukupnya hingga memadati cekungan kain.
h.   Kemudian tarik benang yang tersisa pada bagian baik kain sampai benang tertarik dengan rapat.
 
i.    Lalu lilitkan benang yang tersisa hingga beberapa kali lilitan dan kemudian matikan lilitan dengan menusukkan jarum pada tengah-tengah lilitan tersebut.
 
j.  Bubble korsase telah selesai.
2.       Proses pembuatan leaf  korsase
Pembuatan leaf  korsase ada 2 (dua) jenis, yaitu leaf  korsase panjang dan leaf  korsase bentuk hati. Terbentuknya 2 jenis leaf  korsase ini awalnya dari bentuk sisa kain perca itu sendiri yang kemudian terinspirasi mahasiswa hingga membentuk 2 jenis leaf korsase tersebut.
1.      Leaf  korsase panjang
-       Bentuk awal leaf  korsase panjang 

-            Lipat menjadi 2 bentuk awal leaf  korsase tersebut, lalu kerut dan jahit bagian bawahnya.
 
2.    Leaf  korsase bentuk hati
-         Bentuk awal leaf  korsase bentuk hati berupa lipatan segitiga.
-            Kerut dan jahit bagian bawah hingga terbentukalah leaf korsase bentuk hati.
4.       Proses penempelan korsase yang diawali dengan penempelan leaf corsage terlebih dahulu
5.  Finishing (Pembersihan sisa-sisa benang jahitan).
   
Hasil berupa gaun pesta remaja dengan menerapkan detail Ricycle Bubble Corsage
gaun yang telah dihiasi


Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment